Black Studies and Orientalism in A Far Cry From Africa by Derek Walcott
Assalamu'alaikum...
Hi! At this occasion I'll explain to you a short analysis of Walcott's poem A Far Cry From Africa yang dilihat dari perspektive black studies and orientalism-nya.
Yuk kita mulai!
Derek Walcott adalah seorang pria berkebangsaan Africa yang memiliki darah keturunan orang berkulit putih. Mr. Walcott sendiri tinggal di Africa bersama keluarganya. Ia memiliki dua kakek, yang salah satunya orang berkulit hitam dan yang satunya lagi orang berkulit putih.
Puisi A Far Cry From Africa ini dia tulis ketika Africa dijajah orang kulit putih sehingga mereka (orang kulit hitam) mempermasalahkan antara kulit hitam dan kulit putih. Karena di Africa sendiri kebanyakan penduduknya adalah orang-orang berkulit hitam, maka orang kulit putih menjadi minoritas. Kikuyu, yang merupakan suku terbesar di Kenya tidak ingin ada orang kulit putih yang tinggal di kawasannya, mereka takut kalau-kalau orang kulit putih tersebut mengambil alih/ menguasai wilayah yang mereka tinggali. Mr. Walcott yang memiliki darah putih tersebut menjadi gundah, di satu sisi He love his English tongue, but bagaimana bisa dia bersikap santai dan leluasa disaat Africa (yang merupakan tempat tinggalnya) sendiri pun membenci segala hal yang berkaitan dengan orang berkulit putih.
Peristiwa tersebut melatarbelakangi Walcott dalam menulis puisi ini. Orientalisme itu sendiri merupakan pembelajaran yang dilakukan oleh Europeans who study about oriental people. Ketika Walcott membicarakan behavior of black people dalam puisi ini, itulah orientalism yang dimaksud. Ketika dia menulis, otomatis dia mengkaji tentang apa yang dia tulis tersebut.
Pada stanza terakhir, itu menjelaskan semuanya. Semua permasalahan yang dia alami dia tumpahkan dalam stanza terakhir ini. It declars his personal involvements. This sad ending illustrates a consequence of displacement and isolation. Mr. Walcott feels foreign in both cultures due to his mixed blood. The poem hybridheritage prevents him from identifying directly with one culture.
Dan itulah yang disebut black studies and orientalism itu sendiri.
Well, that's all what I can say to you at this time, hope this can help you!
Wassalamu'alaikum
Don't forget to give your comment below 😉
Hi! At this occasion I'll explain to you a short analysis of Walcott's poem A Far Cry From Africa yang dilihat dari perspektive black studies and orientalism-nya.
Yuk kita mulai!
Derek Walcott adalah seorang pria berkebangsaan Africa yang memiliki darah keturunan orang berkulit putih. Mr. Walcott sendiri tinggal di Africa bersama keluarganya. Ia memiliki dua kakek, yang salah satunya orang berkulit hitam dan yang satunya lagi orang berkulit putih.
Puisi A Far Cry From Africa ini dia tulis ketika Africa dijajah orang kulit putih sehingga mereka (orang kulit hitam) mempermasalahkan antara kulit hitam dan kulit putih. Karena di Africa sendiri kebanyakan penduduknya adalah orang-orang berkulit hitam, maka orang kulit putih menjadi minoritas. Kikuyu, yang merupakan suku terbesar di Kenya tidak ingin ada orang kulit putih yang tinggal di kawasannya, mereka takut kalau-kalau orang kulit putih tersebut mengambil alih/ menguasai wilayah yang mereka tinggali. Mr. Walcott yang memiliki darah putih tersebut menjadi gundah, di satu sisi He love his English tongue, but bagaimana bisa dia bersikap santai dan leluasa disaat Africa (yang merupakan tempat tinggalnya) sendiri pun membenci segala hal yang berkaitan dengan orang berkulit putih.
Peristiwa tersebut melatarbelakangi Walcott dalam menulis puisi ini. Orientalisme itu sendiri merupakan pembelajaran yang dilakukan oleh Europeans who study about oriental people. Ketika Walcott membicarakan behavior of black people dalam puisi ini, itulah orientalism yang dimaksud. Ketika dia menulis, otomatis dia mengkaji tentang apa yang dia tulis tersebut.
Pada stanza terakhir, itu menjelaskan semuanya. Semua permasalahan yang dia alami dia tumpahkan dalam stanza terakhir ini. It declars his personal involvements. This sad ending illustrates a consequence of displacement and isolation. Mr. Walcott feels foreign in both cultures due to his mixed blood. The poem hybridheritage prevents him from identifying directly with one culture.
Dan itulah yang disebut black studies and orientalism itu sendiri.
Well, that's all what I can say to you at this time, hope this can help you!
Wassalamu'alaikum
Don't forget to give your comment below 😉
Comments
Post a Comment